Ketika anak harus beradaptasi dengan bahasa yang bukan bahasa ibu di lingkungan baru.

Berpindah-pindah tempat tinggal merupakan hal yang tidak mudah, kita harus beradaptasi dengan lingkungan baru, sekolah baru (jika memiliki anak usia sekolah), dan yang paling sulit itu beradaptasi dengan bahasa yang sama sekali tidak familiar atau biasa kita dengar.

Kami pernah tinggal di Bremen, salah satu kota di Jerman. Salah satu taman kanak-kanak yang lokasinya dekat dengan rumah kami menerima Noina (anak pertama saya) menjadi salah satu anak didik di sekolah tersebut. Sekolah itu merupakan sekolah lokal milik pemerintah, jadi bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Jerman.

Noina yang belum bisa berbahasa Jerman kala itu diharapkan akan mampu beradaptasi dan bisa berbahasa Jerman untuk komunikasi dengan teman-teman dan pendidik di sekolah. Minggu pertama di sekolah tiba-tiba saja Noina yang kala itu berusia tiga setengah tahun berbahasa inggris dalam komunikasi dengan guru sekolah.

Kaget? Iya kami kaget, karena dirumah kita hanya komunikasi dengan bahasa Indonesia. Tapi kok anak ini tiba-tiba bisa bahasa Inggris?

Ternyata setelah diingat-ingat, sejak kecil Kami memang suka sekali mendengarkan lagu anak-anak berbahasa Inggris. Ditambah dia suka sekali nonton kartun Dora the Explorer , versi bahasa inggris. kemungkinan dua hal tersebut yang membuat Noina bisa berbahasa inggris. (ini berdasarkan pendapat saya saja sih).

Baru sepuluh bulan di Bremen kami harus kembali ke tanah air karena pak Suami harus penelitian di salah satu pulau di Indonesia. Setelah di Indonesia Noina saya daftarkan ke salah satu taman kanak-kanak. Noina yang bisa bahasa Indonesia seakan-akan lupa bahasa Indonesia, dan selalu berbicara dengan bahasa Inggris. lucunya, seminggu pertama di sekolah anak ini jadi pendiam. Jarang sekali bicara padahal aslinya cerewet banget.

Dan pas ditanya kenapa Noina gak jawab kalau ditanya Ibu guru, aku susah bilangnya pakai bahasa Indonesia jadi aku diam aja. Duh emak jadi dilema huhuhu…

Alhamdulillah setelah sebulan bahasa Indonesianya mulai lancar lagi walau dengan logat bicara yang beda dan kadang bikin orang bingung. Karena banyak kosa kata yang pengucapannya dibalik seperti kalimat pada bahasa inggris.

Sepuluh bulan berjalan kami harus kembali ke Bremen, hari pertama sekolah sampai hari-hari selanjutnya Noina tidak mau berbahasa Jerman dan selalu bilang aku gak bisa bunda. Baiklah saya tidak paksa biarkan saja nanti lama-lama juga terbiasa. Tapi tetap saja ada sedikit rasa khawatir.  Selama di sekolah dia hanya nyaman bicara dengan pendidik dan anak yang mengerti bahasa inggris.

Salah satu pendidik di kelas (yang selalu berkomunikasi dengan bahasa inggris) memberi kabar bahwa dia tidak akan bekerja lagi di sekolah. Seminggu sebelum kepindahannya, guru tersebut menitipkan pesan : Saya mau pindah ke tempat lain, Noina harus belajar bahasa Jerman karena nanti saya tidak ada lagi disini.Sampai rumah saya bicara tentang pesan guru tersebut, Noina sedih karena guru kesayangannya Mariam akan pindah.

Esok harinya Noina mendapat tugas menjadi pemimpin di kelas, dan semua pendidik di kelas dibuat takjub karena mulai hari itu Noina berbahasa Jerman 😄😄.

Alhamdulillah emak senang dengarnya, dan mulai saat itu dia mulai percaya diri berbahasa Jerman dengan teman-teman, pendidik, bahkan mulai kritis jika saya mengucapkan kata dalam bahasa Jerman tetapi pengucapannya kurang tepat.

Intinya anak-anak itu cepat beradaptasi dengan lingkungan, bahasa, dan budaya. Pindah ke negara satu dengan yang lain mereka yang akan dengan cepat beradaptasi dibandingkan dengan orang dewasa. Jadi tidak perlu khawatir yaa.

Advertisements

Harga bahan makanan di Jerman, murah atau mahal?

Harga bahan makanan di Jerman mahal ga? Kalau menurut saya sih hampir mirip sama di Indonesia bahkan beberapa barang malah lebih murah.
Contohnya harga satu liter susu Uht kalau di indonesia harga paling murah kalau lagi promo sekitar Rp. 12000,- disini yang termurah sekitar 70 cent kalau di konversi ke rupiah sekitar Rp. 10.000,-. Ini untuk susu uht dengan kandungan lemak 4%. Oh ya untuk susu ini bisa dibeli di vending machines loh 😄
Harga sayuran, buah, susu dan keju yang berasal dari seputaran Jerman memang lebih murah dan kebutuhan bahan pokok disini di subsidi oleh pemerintah.
Kecuali barang impor biasanya lebih mahal, ya iyalah kan untuk sampai disini juga melalui perjalanan panjang ya hehehe
Misal untuk 5 kilogram beras jasmine yang berasal dari thailand harganya 10 euro atau Rp. 150.000,- berarti satu kilogram beras harganya Rp. 30.000,- . Lumayan juga ya harganya hihihi. Bisa di siasati sih misal mau murah, gimana caranya?
Ganti nasi dengan kentang. Kenapa kentang? Karena 10 kilogram kentang kadang dibandrol hanya dengan harga 2 euro atau setara dengan Rp. 30.000,- murah dan hemat kan? 😄
Sayangnya kami walau sudah makan kentang tetap saya terasa belum makan kalau belum makan nasi, maklumlah perut kami dari kecil sudah terbiasa dengan nasi jadi istilah belum makan kalau belum makan nasi selalu melekat dipikiran.
Jenis beras yang di jual di supermarket terdekat bermacam-macam ada basmati, langkorn, dan kami sudah pernah coba beberapa tapi yang cocok dengan selera kami tetap beras jasmine dari toko Asia karena berasnya lebih pulen dibandingkan dengan jenis beras yang lain.
Harga telur per pack isi 10 butir untuk kategori biasa bukan organik seharga 1.20 euro atau sekitar Rp. 17.760,- ( 1 euro = Rp. 14.800,-) telur ini dibagi menjadi 4 ukuran S, M, L dan Xl.
Sekedar info ini harga tahun 2017 sekitar bulan februari sampai juli karena setelah itu kami pindah ke negara lain.

Nah jadi sekarang sudah bisa menyimpulkam dong
Mahal atau murah harga bahan makanan di Jerman?

Kegiatan di taman kanak-kanak (kindergarten/Kita Bremen)

Sebelumnya saya pernah menulis tentang  kegiatan di taman kanak-kanak yang berlangsung selama 6 jam dalam sehari. Awalnya sempat berfikir begini: 6 jam di sekolah? Ngapain aja? Nggak bosen ya anak-anak disana? Faktanya pada saat mereka dijemput di sekolah rata-rata malah tidak mau pulang, masih mau main di sekolah.

Baca di https://momi2a.wordpress.com/2016/12/21/sekolah-taman-kanak-kanak-kindergarten-kita/

Padahal mereka sudah di sekolah dari jam delapan pagi sampai jam dua siang, bahkan ada yang sampai jam empat sore diperuntukan bagi anak yang kedua orang tuanya bekerja.

Awal-awal putri kami di sekolah saya sempat melihat kegiatan anak-anak di sekolah, jadi selama enam jam anak-anak lebih banyak bermain bersama dengan teman-teman. Bermain disini dilakukan tidak hanya didalam ruangan kelompok sendiri tetapi anak-anak bebas memilih ruangan mana yang mereka inginkan.

Masing-masing ruangan memiliki alat dan bahan yang berbeda untuk beraktifitas. Contohnya di ruangan kuda ponny terdapat alat bangun ruang seperti lego, blok kayu untuk membuat bangunan, dan lilin atau play dough. Sementara diruangan kelinci terdapat berbagai macam kostum yang dapat digunakan anak-anak untuk bermain peran.

img_7260
Menjadi putri di ruangan kelas bermain peran
Kegiatan anak-anak tidak hanya bermain didalam ruangan, jika cuaca baik mereka bermain di taman sekolah. Di taman sekolah anak-anak dapat memanfaatkan fasilitas sekolah seperti ayunan, flying fox, perosotan dan sepeda yang bisa digunakan secara bergantian atau hanya sekedar bermain pasir di taman.

img_7331
Arena Permainan di Sekolah
img_7328
Bermain Pasir di Sekolah
Sekitar jam delapan pagi hingga jam sembilan pagi anak-anak mulai berdatangan ke sekolah, setelah itu anak-anak bisa memilih ingin bermain langsung menuju ruang makan untuk makan pagi dengan bekal yang dibawa dari rumah. setelah itu mereka akan memulai ritual pagi atau disebut dengan nama morgen kreis.

morgen kreis yaitu kegiatan dimana anak-anak dalam satu kelompok berkumpul didalam ruangan masing-masing. Di kegiatan ini anak-anak bernyanyi bersama, menghitung jumlah teman-teman dalam kelompok, dan membuat jadwal harian bersama. Setiap hari anak-anak dalam satu kelompok memimpin kegiatan ini secara bergantian.

kegiatan menarik lainnya yaitu, anak-anak memiliki tugas membantu pendidik untuk berbelanja kebutuhan dapur sekolah, mereka pergi bergiliran ke supermarket sesuai jadwal yang ditentukan. anak-anak yang bertugas berbelanja esok harinya harus datang jam delapan tepat karena akan ikut membantu menyiapkan memotong buah dan sayur yang akan disediakan di ruang makan untuk menu tambahan makan pagi.

 

 

Toko Asia di Bremen

Buat keluarga kami makanan yang mengenyangkan sudah pasti nasi, karena memang nasi selain makanan pokok buat kami juga menjadi makanan favorit. Bahkan bisa dikatakan belum makan jika belum makan nasi walau sudah lebih dahulu menyantap roti, gorengan bahkan bubur ayam.

Beruntungnya kami tinggal di Bremen, disini ada beberapa toko Asia yang menjual beras yang pulennya sama dengan beras di Indonesia. Jadi kalau ditanya kami makan apa setelah tinggal disini? jawabannya makan nasi dengan sayur, lauk pauk ( tahu, tempe) dan juga sambal.

Loh memang ada yang jual tahu dan tempe disana? ada dong tapi jangan dibayangkan penjual tahu dan tempe disini keliling seperti mamang sayur pada umumnya ya, karena kita harus datang sendiri langsung ke toko Asia. Di toko Asia kita bisa beli tempe, tahu, bumbu-bumbu seperti sereh, langkuas, daun salam, terasi, ikan asin, bahkan sayuran seperti sawi caisim, kangkung, dan tauge. Untuk yang suka menggunakan bumbu instant jangan kuatir karena bumbu instant kemasan juga tersedia disini.

img_6064
Tahu dan tempe yang di beli di toko Asia
huali
Salah satu toko Asia yang berlokasi dekat dengan stasiun kereta “bremen hauptbahnhof” sumber foto : google

Toko Asia tidak hanya menjual makanan dari Indonesia banyak produk dari Thailand, India, China, Jepang, Korea, Dan Vietnam.

Ada beberapa toko Asia yang pernah kami datangi di seputaran salah satunya yang berlokasi di Am Brill, Martini Straße, dan bahnhofStraße.

Dan yang paling sering kami datangi adalah toko dengan nama  Hua Li yang lokasinya di Bahnhofstraße dekat dengan stasiun kereta kota Bremen. Alamat lengkapnya Bahnhofstraße 10, kira-kira hanya 5 menit berjalan dari stasiun kereta dan lokasinya berseberangan dengan mc donals.

Menurut saya toko ini menjadi favorit orang- orang Indonesia yang tinggal disini karena tidak jarang kami selalu bertemu dengan orang Indonesia yang sedang berbelanja kesini. Selain harganya lebih murah dibanding beberapa toko yang lain, lokasinya juga sangat strategis.

Sekolah Taman Kanak-kanak (kindergarten/ KITA) 

Cerita ini berlangsung sekitar dua tahun yang lalu. Pada saat kami baru tiba di salah satu kota di Jerman yaitu Bremen.

img_6054
Foto minggu pertama kedatangan kami di Bremen
Desember 2014 adalah musim dingin pertama buat kami. Bulan dimana salju akan turun, aaah saya tidak terlalu menantikan salju karena pasti rasanya dingin banget. Tetapi putri kami amat sangat menunggu kapan salju turun. setiap hari yang ditanya kapan salju akan turun bun? Kok saljunya ga ada sih? Memang sebelum kami pindah kesini saya sudah cerita sedikit tentang salju, jadi setelah sampai disini selalu salju yang paling dinantikan.

Kembali ke bulan Desember, bulan ini spesial karena Noina mulai kembali ke sekolah. Sekolah dengan lingkungan yang sangat berbeda dengan sekolah sebelumnya dengan bahasa pengantar yang sama sekali belum dipahami karena satu-satunya bahasa yg dipergunakan dirumah adalah bahasa Indonesia. Tetapi ayah dan bunda percaya kamu pasti bisa beradaptasi dengan cepat. InsyaAllah, Amiin.

Akhirnya saat yang ditunggu tiba, tanggal 1 Desember adalah hari pertama ke sekolah setelah satu bulan sebelumnya kita hanya main di rumah atau sesekali bermain di taman kota.

Tepat pukul 08:30 CET disaat langit masih gelap karena memang matahari sudah mulai malu-malu untuk bersinar , ada yang malas bangun pagi padahal dari malam sudah semangat mau ke sekolah. Akhirnya dengan berat hati tanpa mandi dan hanya ganti baju saja berangkatlah kami ke sekolah. Ayah tidak ikut mengantar karena sudah berangkat lebih dulu ke kampus.

Perjalanan ke sekolah terasa sangat dingin karena suhu memang sudah berjalan ke arah minus 2, berjalanlah kami melewati kompleks perumahan. sekolahnya tidak terlalu jauh tetapi udara dingin yang menusuk membuat perjalanan terasa sangat lama. sebetulnya saya juga meraba-raba jalan ke arah sekolah sambil berdoa supaya tidak nyasar 😂. Maklum saya baru sekali ke sekolah ini pada saat kami bertemu dengan guru kelas untuk persiapan sekolah.

Setelah melawati beberapa blok akhirnya sampai juga kita di depan sekolah, alhamdulillah kami tidak nyasar hehehe…

img_6712
Pintu Gerbang sekolah Taman Kanak – Kanak
Masuklah kami ke dalam sekolah dan langsung menuju ruangan yang diberi nama “Ponny”. didepan ruangan kelas kami di sambut dengan guru kelas yg cantik bernama”Catharina”. Hallo, Guten Morgen… sapa Chatarina. Sapaan tersebut merupakan sapaan wajib karena semua anak-anak juga melakukan hal yang sama ketika masuk kedalam sekolah dan bertemu dengan guru-guru atau pun teman di sekolah.

Tiga hari pertama sekolah saya harus ikut berada di dalam uangan, tidak ikut beraktifitas dengan anak-anak hanya duduk di kursi yang disediakan. Fungsinya untuk memberi rasa nyaman kepada anak yang baru masuk sekolah terlebih untuk anak-anak yang belum terbiasa dengan lingkungan baru.

Tiga hari berjalan, nampaknya Noina sudah mulai terbiasa dengan lingkungan sekolah, ruangan kelas dan teman-teman di kelas. Akhirnya guru kelas memutuskan kalau saya tidak lagi berada di dalam kelas lebih tepatnya Noina sudah boleh ditinggal dikelas tanpa saya.

Sekolah berlangsung selama 6 jam, dimulai pada pukul 8 dan berakhir sampai jam 2 siang. Anak-anak membawa bekal untuk sarapan bersama dan makan siang disiapkan oleh pihak sekolah.

img_6795
Pintu masuk ke dalam KITA

img_6793
Bangunan sekolah KITA
Tahun ini merupakan tahun ke dua Noina berada di KITA alhamdulillah sudah semakin banyak kosa kata dalam bahasa jerman yang dikuasai, sudah bisa berkomunikasi dengan teman-teman dan guru. Dan yang paling membuat Noina senang adalah tahun depan akan pindah ke sekolah dasar atau disini disebutnya Grundschule.

Sampai disini dulu ya ceritanya, insyaAllah saya akan menulis tentang aktifitas apa saja yang dilakukan di sekolah taman kanak-kanak disini.

Sampai jumpa 😄😄😄

Perjalanan Nyaman Dengan Pesawat Saat Sedang Hamil

Usia kandungan saya pada saat kembali ke Bremen, Jerman sekitar 34 minggu,. sempat deg-degan karena akan menempuh 16 jam perjalanan dengan pesawat dari Jakarta ke Bremen. Dalam bayangan bagaimana nanti kalau tiba-tiba kontraksi, terus keram karena terlalu lama duduk di kursi. Biasalah ibu-ibu kan banyakan rasa kuatirnya 😄

Satu minggu sebelum keberangkatan saya menemui dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan sekaligus meminta surat izin terbang sebagai salah satu syarat untuk penumpang pesawat yang sedang hamil.

Surat izin sudah ditangan, barang-barang yang akan dibawa juga sudah siap. Berangkatlah kami menuju soekarno hatta di sore yang cerah dengan lalu lintas yang sedikit macet.
Sesampainya di bandara, kami langsung menuju counter check in dan suami saya langsung menginfokan bahwa saya sedang hamil, petugas langsung meminta surat rekomendasi dari dokter.

Nah tips dan persiapan apa aja sih yang bisa membuat nyaman ibu hamil yang akan melakukan perjalanan jauh dengan pesawat selama diperjalanan. 

1. Surat izin terbang, dibuatkan oleh dokter kandungan. Jika akan terbang menggunakan maskapai internasional siapakan surat dengan format berbahasa inggris. Siapkan satu minggu sebelumnya karena ada beberapa rumah sakit yang mendelegasikan petugas khusus untuk membuat surat ini.

2. Gunakan baju dan sepatu yang nyaman supaya kita bisa leluasa bergerak saat di dalam pesawat.

3. Jika perlu gunakan legging atau stocking untuk menghindari keram di kaki selama perjalanan.

4. Banyak minum air putih.

5. Persiapkan makanan ringan untuk perjalanan selama di pesawat karena ada beberapa maskapai yang tidak menyediakan tambahan makanan ringan selama di pesawat.

6. Usahan rileks selama perjalanan berlangsung.

7. Sering-sering menggerakan kaki, tangan dan badan supaya tidak pegal dan keram.

8. Usahakan memilih tempat duduk yang dekat dengan wc karena ibu hamil biasanya sering bolak-balik ke kamar mandi.

9. Jangan lupa membawa buku riwayat kehamilan, dan usahakan disimpan didalam tas yang selalu terbawa oleh ibu hamil.

Selamat melakukan perjalanan, semoga sehat dan selamat dan lancar selama diperjalanan.

Musim dingin atau salju, enak gak sih?

 

Suasana di belakang rumah kami saat turun salju
Suasana di belakang rumah kami saat turun salju

Setiap kali saya share tentang foto-foto pada saat salju turun kebanyakan teman berkomentar “enak ya bisa main salju” . Hmm, kalau cuma membayangkan bisa main salju saja pasti senang yaa, buat kami yang dahulu tinggal di negara dua musim pasti pengen banget ngerasain salju. Tapi kalau tahu persiapan untuk menghadapi musim salju pasti akan berfikir dua kali deh karena kita musti sedia pakaian khusus untuk menahan dingin, jaket-jaket tebal, sepatu boot, kaos kaki tebal, topi rajut, syal dan jangan lupa sarung tangan.

Keluar rumah saat suhu minus delapan, tertutup rapat seperti kepomping kupu-kupu
Keluar rumah saat suhu minus delapan

Kebayangkan gimana persiapan saya kalau mau keluar rumah. Ga usah dibayangin ya nanti pusing duluan karena saya juga udah ribet duluan kalau mau keluar rumah. Kondisi kaya gitu jadi bikin males keluar rumah apalagi kalau hanya ingin sekedar membeli garam ke warung sebelah rumah 😄✌🏻️

Berpakaian berlapis-lapis kadang membuat saya merasa agak susah jalan, berat, sakit kepala bahkan sering kali jadi tidak berteman dengan yang namanya kaca. Tahu sendiri emak-emak paling tidak suka terlihat agak melebar kesamping.

Selain baju berlapis, jaket tebal dan lainnya kita juga harus rajin pakai yang namanya pelembab untuk kulit. Karena kulit gampang kering dan luka. Contohnya bagian telapak tangan saya yang tiba-tiba ada luka baret-baret kaya terkena benda tajam. Perasaan tidak mengalami benturan atau kena benda tajam tapi kok jadi baret-baret dan rasanya perih. Ternyata karena kulit kering dan terkena paparan air dingin campur air hangat pada saat cuci piring.

Untuk muka juga jangan lupa selalu pakai pelembab ekstra. karena pernah waktu awal datang ke Bremen, saya merasa perih dibagian muka seperti tersayat-sayat. Ternyata dahulu saya masih memakai pelembab yang saya bawa dari indonesia, akibatnya kulit terasa perih dan terkelupas.

Itu sebagian rasa tidak enak yang saya alami saat musim dingin atau pas turun salju. Enaknya ada ga sih? Ada pastinya.

Setiap salju turun yang pasti kita akan melihat pemandangan cantik. Tanah, daun dan batang-batang pohon yang tertutup serpihan putih. Atap, pagar bahkan tembok yang tertutup salju semuanya menjadi menarik untuk sekedar diabadikan.

Jika beruntung dapat salju yang tebal anak-anak bisa bermain seluncur atau membuat boneka salju.

Di Bremen sendiri kami belum pernah mendapati salju yang cukup tebal, hanya tipis-tipis saja tetapi sudah amat dingin.

Jadi musim dingin atau salju menurut teman-teman enak atau ga ya? Hmm, rasakan sendiri aja ya supaya nanti bisa berkomentar enak atau tidak 😄😄

Jalanan Rel khusus untuk Tram disaat sedang turun salju
Jalanan Rel khusus untuk Tram disaat sedang turun salju
Bunga mawar yang tertutup serpihan putih salju
Bunga mawar yang tertutup serpihan putih salju
Sarang laba-laba yang tertutup es "spider ice"
Sarang laba-laba yang tertutup es “spider ice”